Menuding hari-hari yang lewat dengan hanya bisu Memberikan titah kebebasan atau hanya satu pilihan Satu kau pilih nafsu atau selamanya terbelenggu Hati itu tak tau memilih jalannya Sang manusia kau mau berbuat apa? Hanya tangga untuk dinaiki yang sekarang kau buang Hanya langkah tak sepadan yang malu kau tunjukan Apakah petani menilai padi dilihat dari biji? Apakah Tuhanmu tak mengajarkan bagaimana cara berdiri? Kau hanyalah seonggok durjana yang mengaku mulia Seolah tau segalanya padahal secuil pun kau tak punya Menyatakan hanya bermodal pikiran yang menyesatkan Akan sebagai apa manusia tanpa tangga? Sebatas makhluk kasat mata yang tak sadar salahnya Kau hanya membutuhkan tangga wahai manusia Untuk menuju batas waktu yang melampauimu Agar kau menyeberangi tau yang sebenarnya tak kau tau Supaya kau menyadari keterbatasanmu Dan langkahmu biar tak menuju jalan yang buntu Aku tau kau butuh tangga sebagai tuju Agar ia mengajakmu menuju detik demi masa dan waktu