Meratapi pagi di tangan penjual nasi Meliuk, memutar dan memekar Matanya sayu si adik itu Depan pintu pojok jalan yang buntu Anak matanya terlihat rakus Namun badannya krempeng kurus Bibirnya seperti bunga di padang tandus "Lapar... Haus..." Lirihnya Namun mereka tak peduli dengannya Hanya si ibu penjual nasi Yang mliriknya dan melayani pembeli Anak itu mencoba berlari Namun tak cukup ahli Tuk hanya mencoba berdiri Menuju tempat penjual nasi "Berikan aku karet gelang." Kata anak itu. Si penjual itu tak keberatan Ia pun memberinya dengan perlahan Si ibu penjual penasaran, "Untuk apa itu?" Lalu katanya, "Untuk membungkus nasimu." 7/10/2024