جل ربنا أن يعامله العبد نقدا
Maha agung Tuhan kita ketika seorang hamba beramal secara langsung (segera) pembalasannya akan di tunda di kemudian hari
Adakalanya amal itu dibalas di dunia juga ada yang dibalas di akhirat. Ibadah itu tidak bisa dikategorikan sebagai amal yang bisa diperoleh balasannya di dunia. Amal yang kita lakukan itu pasti mendapat balasan. Tapi itu tadi, Allah akan membalasnya secara langsung dan ada yang tidak langsung.
Berdoa itu tidak jauh seperti seseorang yang mengamen. Kalau mengamennya tidak enak (suaranya dll), ya memang benar langsung dikasih uang agar ia cepet-cepet pergi dari situ. Namun sebaliknya, jika mengamennya enak bahkan kadangkala ia malah disuruh sekali lagi bernyanyi dan didengarkan, maksudnya karena si pendengar merasa nyaman dan enak ketika mendengar pengamen tersebut bernyanyi. Oleh karenanya, jangan sekali-kali suudzon terhadap Allah, mungkin barangkali Allah akan memberikan berkali lipat apa yang kita minta di akhirat nanti. Lalu jika sudah dikabulkan apa yang dimintanya, seperti balasan dzohir jangan bangga dan bahagia dulu. Ada dua pemberian dzohir:
-Hawaijuddunya
ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberikan jalan keluar dan Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tak diduga-duga.
-Dijadikan oleh Allah sebagai ahli ibadah
Ketika Allah sudah menolong pasti akan terlaksana. Soalnya banyak orang ingin melakukan kebaikan ini-itu tapi pada akhirnya cuma keinginan saja tidak terlaksana sama sekali. Juga terkadang karena menunggu waktu yang pas jadinya tidak keturutan. Sehingga seseorang harus melakukan kebaikan tanpa adanya tundaan, meskipun karena alasan kebaikan.
"Termasuk tanda-tanda kebodohan yaitu ketika engkau ingin melakukan suatu kebaikan tetapi engkau menunggu kebaikan yang lain"
"Keinginan hanyalah keinginan yang takkan terwujud menjadi kenyataan, jika Allah tidak memberikan ma'unah kepada kita."
"Jangan mempersempit Rahmat Allah dengan sempitnya pemikiran kita."
Kemudian selanjutnya ada balasan Allah yang berupa batin. Yaitu,
-Diberikan ketentraman oleh Allah di segala kondisi
Ketentraman kita seringkali dikondisikan oleh suatu keadaan tertentu. Seperti menunggu mempunyai mobillah, kayalah, dsb.
"Bukan mencari ketentraman tapi menciptakan ketentraman, bukan mencari kebahagiaan tapi menciptakan kebahagiaan"
Itulah balasan Allah yang tak terhingga yang seringkali kita rasakan. Yang di dalam Al-Quran disebutkan لا خوف عليهم و لا هم يحزنون.
Kadangkala kita masih ada takutnya, khawatirnya pada keadaan tertentu seperti takut dibegal saat sendiri di jalan sepi dan macam-macam. Juga terkadang masih ada susahnya, sedihnya, maupun tentram. Lalu ada suatu saat guru beliau bercanda "Masa sampean gak bisa seperti anak TK 'di sini senang di sana senang, di mana-mana hatiku senang'".
"Tidak ada tempat untuk mencari ketenangan dan kedamaian kecuali engkau menciptakannya sendiri"
-Al mawahib Al Ilahiyah
Seperti halnya futuh, dsb.
Kata kiai Jamal "lek Sinau gausah ngoyo² sing penting wocoen ping telu, lek gusti Allah karep awakmu dikei paham awakmu bakal paham". Intinya gini kata beliau, meskipun sekeras apapun kita belajar jika Allah tidak menghendaki kita paham, ya tidak akan paham. Namun, itu semua tetap dilakukan dengan upaya dan usaha.
-Ilham Al laduniyah
Gusti Allah kalau sudah memberikan laduniyah seseorang tersebut tidak akan menganggap apapun yang sudah diciptakan di dunia ini tidak bermakna. ربّنا خلقت ما هذا باطلا Ya Tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia.
-Halawatul Ibadah
Karena Allah telah memberikan kenikmatan ibadah di hatinya. Ketika seseorang telah mencintai, meskipun dalam waktu yang lama, maka saat bertemu akan terasa singkat. Hal tersebut bisa terjadi karena dilandasi rasa cinta tadi. Begitupun sebaliknya, ketika seseorang bertemu dengan orang yang dibenci, meskipun dalam waktu yang singkat, maka ia akan terburu-buru pergi.
"Hendaknya kalian selalu bersama dengan orang yang selalu bersama-sama dengan Allah."
Memang benar jika diingat-ingat kembali pesan beliau seperti yang ada di syair "Tombo Ati" yang salah satunya di sana berbunyi wong kang Sholeh kumpulono. Yakni dengan kita membersamai para ulama dan ahli ilmu, niscaya kehidupan kita sedikit tidaknya seolah mendapatkan lentera pada malam yang gelap gulita.
23 Desember 2024
Kala pengajian Hikam di Masjid Damai Al Muhibbin


Komentar
Posting Komentar